Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Disusun oleh Etik Ariyan,S.Pd.dari SMK Bhinneka Karya Surakarta

Kelas 04-092, CGP KotaSurakarta

Latar Belakang

Budaya Positif di sekolah menjadi salah satu faktor penting untuk mengembangkan peserta didik yang memiliki karakter kuat, sesuai profil pelajar pancasila yang dicetuskan sebagai pedoman untuk pendidikan di Indonesia. Untuk membangun budaya positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar peserta didik mampu berfikir, bertindak, dan mencipta secara merdeka, mandiri, dan bertanggungjawab.

Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang selama ini dijalankan di sekolah. Kesadaran akan penerapan disiplin belum berdasarkan motivasi internal. Pembiasaan positif yang diterapkan bukanlah disiplin positif, namun masih menganut sistem penghargaan dan hukuman. Model disiplin yang dibangun masih belum berpusat pada siswa selain itu posisi kontrol guru belum sampai pada tahap manajer melainkan sebagai penghukum dan pembuat siswa merasa bersalah.

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan peserta didik yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi internal. Peserta didik yang memiliki disiplin diri berarti mampu bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya.

Bagaimana Peran kita sebagai pendidik dapat menumbuhkan disiplin diri pada diri peserta didik sehingga peserta didik mampu menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna, mengontrol diri, menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu pada nilai-nilai yang dihargai.

Bagaimana budaya positif yang sudah ada disekolah berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Bagaimana pendidik menumbuhkembangkan budaya positif dalam mewujudkan karakter profil pelajar pancasila, dan bagaimana menerapkan disiplin restitusi di posisi monitor dan manajer sehingga lingkungan yang kondusif dapat terwujud untuk mencapai tujuan.

Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dalam tindakan nyata ini adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya karakter disiplin yang kuat.
  2. Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif.

 Tolak Ukur

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap tearah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Terbentuknya kesepakatan/ keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada dikelas. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh peserta didik bersama guru.
  2. Konsistensi peserta didik dan guru dalam menjalankan kesepakatan/ keyakinan kelas.
  3. Membudaya-nya 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
  4. Dokumentasi kegiatan pembentukan keyakinan kelas bersama peserta didik dan guru, proses kegiatan restitusi, kegiatan kolaborasi dan sharing dengan walikelas dan rekan sejawat, serta hasil pengumpulan tugas.

Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

  1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah
  2. Berkoordinasi dengan Walikelas
  3. Penyiapan materi
  4. Penyiapan sarpras
  5. Pelaksanaan

 Dukungan yang dibutuhkan

Untuk menjalankan tindakan aksi nyata ini dibutuhkan dukungan:

  1. Kepala Sekolah dan rekan sejawat.
  2. Orang tua dan komite sekolah.
  3. Peserta didik.
  4. Masyarakat sekitar.
  5. Sarana dan prasarana sekolah yang memadai. 
  6. Media yang diperlukan

Dengan menjalin hubungan yang baik dan kemampuan berkomunikasi yang efektif dan persuatif, maka saya yakin akan mendapatkan dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat , pihak komite sekolah dan orang tua peserta didik serta masyarakat sekitar dalam menjalankan tindakan aksi nyata dalam rangka menumbuhkan budaya positif di sekolah.

Sarana prasarana sekolah yang sudah memadai juga turut berkontribusi demi terwujudnya penerapan budaya positif ini.

 Hasil Aksi Nyata

Adapun hasil dari tindakan aksi nyata yang sudah dilakukan adalah :

  1. Terbentuknya keyakinan kelas yang dibuat dan disepakati oleh peserta didik bersama guru.
  2. Menguatnya karakter bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan baik tugas mata pelajaran maupun yang berkaitan dengan kerapian dan kebersihan kelas.
  3.  Menguatnya karakter disiplin waktu, disiplin dalam memakai masker dan disiplin dalam memakai seragam sesuai hari.
  4. Menguatnya karakter toleransi yang ditunjukkan dengan saling menghormati dan menghargai teman yang berbeda agama, suku, ciri fisik dan gender.
  5. Peserta didik sudah menunjukkan 5S. 

Dokumentasi Tindakan Aksi Nyata Budaya Positif

1. Komunikasi perencanaan tindakan dan revisi perencanaan kepada kepala  sekolah.

2. Komunikasi dengan rekan sejawat tentang tindakan aksi nyata

3. Pembentukan Keyakinan Kelas.

  • Menerapkan Disiplin Positif
  • 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
  • Datang tepat waktu dengan berpakaian rapi dan budaya antri dalam pengecekan suhu dan cuci tangan
  • Sosialisasi  kegiatan tindakan aksi nyata dalam rangka membudayakan    kebiasaan positif di sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published.