PRODUK KREATIF SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA

Bangsa yang akan bertahan dan bangsa yang berhasil adalah mereka yang mewariskan sikap adaptif dan inovatif di masa depan. Usaha dan keberanian akan menuntun pada jalur yang tepat. SMKS BK Surakarta dengan sistem pendidikan beserta segenap tenaga pengajarnya menyiapkan pioneer pioneer muda tangguh di masa depan melalui karya-karya inovatif yang bersaing.
.
.
Produk kreatif SMK Bhinnaka Karya Surakarta mendapat dukungan serta apresisiasi pendanaa kegiatan Produk Kreatif BBPPMPV BOE Malang di tahun 2021, sebagai bentuk komitmen kami untuk melestarikan budaya adaptif dan inovatif.

Mari bersama membangun bangsa.
SMKS Bhinneka Karya Surakarta

SMK BK JAYA

Aksi Nyata Budaya Positif SMK Bhinneka Karya Surakarta

Oleh CGP: Riyanto Sugeng Widodo. S.Pd

Program Guru Penggerak Angkatan 4

SMK Bhinneka Karya

Kota Surakarta

 “Keyakinan Kelas Pembelajaran Matematika dan Teknik Pemesinan Bubut yang mudah  dan menyenangkan”

LATAR BELAKANG

Kebiasaan anak selama proses Pendidikan yang menuntut anak harus belajar jarak jauh menjadikan salah satu kendala untuk interaksi langsung dan kendalan penumbuhan budaya positif yang akan membentuk karakter siswa. Budaya positif adalah kayakinan dan nilai yang disepakati yang menjadi kebiasaan bersama yang akan dilakukan dalam menuju sebuah tujuan bersama. Disiplin sendiri sering diartikan menjadi sebuah proses mentaati aturan untuk menghindari hukuman yang berlaku. Padahal Arti disiplin yang sebenarnya adalah mengatur diri sendiri untuk mentaati aturan karena menjunjung tinggi nilai dalam diri sendiriSalah satu tugas guru penggerak adalah  menerapkan budaya positif disiplin dan menyenangkan dalam pembelajran. Khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Teknik Pemesinan Bubut. Dalam hal ini calon guru penggerak melakukan aksi nyata melalui proses keyakinan kelas yang disepakai oleh murid dan guru beserta seluruh warga sekolah. Karakter siswa akan terbentuk jika seluruh warga sekolah baik Guru, karyawan maupun siswa semua berperan untuk memberikan saling contoh dan Bersama sama memmbangun budaya positif.

TUJUAN AKSI NYATA

Adapun tujuan aksi nyata yang dilakukan calon guru penggerak yaitu:

  1. Menumbuhkan budaya positif di sekolah
  2. Membentuk karakter siswa di sekolah

PENERAPAN AKSI NYATA

Calon guru penggerak membuat keyakinan kelas yang dilaksanakan saat pertemuan tatap muka bulan Januari 2022 yang dilaksakan menggunakan metode luring, kemudian calon guru penggerak mengambil satu poin kesepakatan yang dapat dilakukan saat ini adalah penerapan disiplin diri di kelas dan sekolah. Adapun langkah-langkah aksi nyata yang dilakukan :

  1. Meminta izin dan dukungan kepada Kepala Sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan
  2. Mensosialisasikan kepada rekan guru dan siswa tentang kegiatan aksi nyata
  3. Membimbing siswa dalam penerapan aksi nyata
  4. Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam aksi nyata menjadi pembiasaan budaya positif sekolah
  5. Mengevaluasi Kegiatan Aksi Nyata yang teah dilakukan
  6. Memperbaiki kelemahan kelemahan dalam penerapan aksi nyata di kelas maupun di sekolah

INDIKATOR KEBERHASILAN KEBERHASILAN

  1. Terwujudnya budaya positif di sekolah
  2. Terwujudnya karakter siswa di lingkungan sekolah

RENCANA TINDAK LANJUT

Mensosialisasikan dan mengimbaskan budaya positif sekolah kepada seluruh warga SMK Bhinneka Karya Surakarta, dan membiasakan selalu komunikasi dua arah baik dengan Kepala Sekolah, Reka Sejawat maupun peserta didik. Melakukan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dengan meminta masukan dan saran atau umpan balik dari warga sekolah, baik guru, karyawan dan siswa untuk meningkatkan kinerja dan mengukur ketercapaian program kerja.

DOKUMENTASI  AKSI NYATA

Berkoordinasi dengan kepala sekolah melaksanaka Aksi Nyata

Membuat Kesepakatan / keyakinan kelas

Melaksanakan Pembelajaran yang berpihak pada anak dan menebalkan bakat yang dimiliki anak dengan pembelajaran yang menyenangkan

Melakukan restitusi pada anak sesuai kesepakatan kelas

Sosialisasi Paradigma Pendidikan Menurut KHD dan Penumbuhan Budaya Positif Sekolah ke Seluruh Warga Sekolah

Penumbuhan Budaya Positif Antri

Penumbuhan Budaya Positif Kehadiran Pembelajaran yang tepat waktu

Penumbuhan Budaya Positif Prokes

Penumbuhan Budaya Positif Disiplin Guru dan Karyawan Sekolah

Berkolaborasi Dengan Teman Sejawat dan Sesama CGP

Berkolaborasi dengan Pimpinan dan Dinas

Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Disusun oleh Etik Ariyan,S.Pd.dari SMK Bhinneka Karya Surakarta

Kelas 04-092, CGP KotaSurakarta

Latar Belakang

Budaya Positif di sekolah menjadi salah satu faktor penting untuk mengembangkan peserta didik yang memiliki karakter kuat, sesuai profil pelajar pancasila yang dicetuskan sebagai pedoman untuk pendidikan di Indonesia. Untuk membangun budaya positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar peserta didik mampu berfikir, bertindak, dan mencipta secara merdeka, mandiri, dan bertanggungjawab.

Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang selama ini dijalankan di sekolah. Kesadaran akan penerapan disiplin belum berdasarkan motivasi internal. Pembiasaan positif yang diterapkan bukanlah disiplin positif, namun masih menganut sistem penghargaan dan hukuman. Model disiplin yang dibangun masih belum berpusat pada siswa selain itu posisi kontrol guru belum sampai pada tahap manajer melainkan sebagai penghukum dan pembuat siswa merasa bersalah.

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan peserta didik yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi internal. Peserta didik yang memiliki disiplin diri berarti mampu bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya.

Bagaimana Peran kita sebagai pendidik dapat menumbuhkan disiplin diri pada diri peserta didik sehingga peserta didik mampu menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna, mengontrol diri, menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu pada nilai-nilai yang dihargai.

Bagaimana budaya positif yang sudah ada disekolah berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Bagaimana pendidik menumbuhkembangkan budaya positif dalam mewujudkan karakter profil pelajar pancasila, dan bagaimana menerapkan disiplin restitusi di posisi monitor dan manajer sehingga lingkungan yang kondusif dapat terwujud untuk mencapai tujuan.

Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dalam tindakan nyata ini adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya karakter disiplin yang kuat.
  2. Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif.

 Tolak Ukur

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap tearah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Terbentuknya kesepakatan/ keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada dikelas. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh peserta didik bersama guru.
  2. Konsistensi peserta didik dan guru dalam menjalankan kesepakatan/ keyakinan kelas.
  3. Membudaya-nya 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
  4. Dokumentasi kegiatan pembentukan keyakinan kelas bersama peserta didik dan guru, proses kegiatan restitusi, kegiatan kolaborasi dan sharing dengan walikelas dan rekan sejawat, serta hasil pengumpulan tugas.

Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

  1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah
  2. Berkoordinasi dengan Walikelas
  3. Penyiapan materi
  4. Penyiapan sarpras
  5. Pelaksanaan

 Dukungan yang dibutuhkan

Untuk menjalankan tindakan aksi nyata ini dibutuhkan dukungan:

  1. Kepala Sekolah dan rekan sejawat.
  2. Orang tua dan komite sekolah.
  3. Peserta didik.
  4. Masyarakat sekitar.
  5. Sarana dan prasarana sekolah yang memadai. 
  6. Media yang diperlukan

Dengan menjalin hubungan yang baik dan kemampuan berkomunikasi yang efektif dan persuatif, maka saya yakin akan mendapatkan dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat , pihak komite sekolah dan orang tua peserta didik serta masyarakat sekitar dalam menjalankan tindakan aksi nyata dalam rangka menumbuhkan budaya positif di sekolah.

Sarana prasarana sekolah yang sudah memadai juga turut berkontribusi demi terwujudnya penerapan budaya positif ini.

 Hasil Aksi Nyata

Adapun hasil dari tindakan aksi nyata yang sudah dilakukan adalah :

  1. Terbentuknya keyakinan kelas yang dibuat dan disepakati oleh peserta didik bersama guru.
  2. Menguatnya karakter bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan baik tugas mata pelajaran maupun yang berkaitan dengan kerapian dan kebersihan kelas.
  3.  Menguatnya karakter disiplin waktu, disiplin dalam memakai masker dan disiplin dalam memakai seragam sesuai hari.
  4. Menguatnya karakter toleransi yang ditunjukkan dengan saling menghormati dan menghargai teman yang berbeda agama, suku, ciri fisik dan gender.
  5. Peserta didik sudah menunjukkan 5S. 

Dokumentasi Tindakan Aksi Nyata Budaya Positif

1. Komunikasi perencanaan tindakan dan revisi perencanaan kepada kepala  sekolah.

2. Komunikasi dengan rekan sejawat tentang tindakan aksi nyata

3. Pembentukan Keyakinan Kelas.

  • Menerapkan Disiplin Positif
  • 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
  • Datang tepat waktu dengan berpakaian rapi dan budaya antri dalam pengecekan suhu dan cuci tangan
  • Sosialisasi  kegiatan tindakan aksi nyata dalam rangka membudayakan    kebiasaan positif di sekolah

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Oleh CGP: Predi Arif Nugroho. S.Pd

Program Guru Penggerak Angkatan 4

SMK Bhinneka Karya

Kota Surakarta

 “Keyakinan Kelas Pembelajaran CAM yang disiplin dan menyenangkan”

LATAR BELAKANG

Budaya positif adalah kayakinan dan nilai yang disepakati yang menjadi kebiasaan bersama yang akan dilakukan dalam menuju sebuah tujuan bersama. Disiplin sendiri sering diartikan menjadi sebuah proses mentaati aturan untuk menghindari hukuman yang berlaku. Padahal Arti disiplin yang sebenarnya adalah mengatur diri sendiri untuk mentaati aturan karena menjunjung tinggi nilai dalam diri sendiri. Dimasa pandemic yang membuat sekolah melakukan proses pembelajaran jarak jauh sangat mempengaruhi proses disiplin yang ada disekolah. Sehingga budaya yag sudah dilakukan selama PJJ 2 tahun terakhir terbawa pada proses pembelajaran disekolah. Oleh karena itu calon guru penggerak ingin menerapkan budaya positif disiplin dan menyenangkan dalam pembelajran. Khususnya pada ata pelajaran MasterCAM. Dalam hal ini calon guru penggerak melakukan aksi nyata melalui proses keyakinan kelas yang disepakai oleh murid dan guru beserta seluruh warga sekolah.

TUJUAN AKSI NYATA

Adapun tujuan aksi nyata yang dilakukan calon guru penggerak yaitu:

  1. Melatih kedisiplinan, tanggung jawab dan pembiasaan siswa dan guru untuk senantiasa melakukan budaya positif dalam mengikuti pelajaran.
  2. Membuat siswa merasa nyaman dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan

PENERAPAN AKSI NYATA

Calon guru penggerak membuat keyakinan kelas yang dilaksanakan saat pertemuan tatap muka semester genap pada bula Januari 2022 yang dilaksakan menggunakan metode luring, kemudian calon guru penggerak mengambil satu poin kesepakatan yang dapat dilakukan saat ini adalah penerapan disiplin diri di kelas dan sekolah. Adapun langkah-langkah aksi nyata yang dilakukan :

  1. Meminta izin dan dukungan kepada Kepala Sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan
  2. Mensosialisasikan kepada rekan guru dan siswa tentang kegiatan aksi nyata
  3. Membimbing siswa dalam penerapan aksi nyata
  4. Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam aksi nyata menjadi pembiasaan budaya positif sekolah
  5. Mengevaluasi Kegiatan Aksi Nyata yang teah dilakukan
  6. Memperbaiki kelemahan kelemahan dalam penerapan aksi nyata di kelas maupun di sekolah

INDIKATOR KEBERHASILAN KEBERHASILAN

  1. Siswa lebih disiplin dalam melaksanakan keyakinan kelas yang sudah disepakati.
  2. Proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi siswa.
  3. Proses Pembelajaran lebih berpihak kepada siswa

RENCANA TINDAK LANJUT

Mengimbaskan disiplin positif pada seluruh keluarga besar SMK Bhinneka Karya Surakarta, dan membiasakan selalu komunikasi dua arah baik dengan Kepala Sekolah, Reka Sejawat maupun peserta didik. Pembiasaan meminta umpan balik arah baik dengan Kepala Sekolah, Reka Sejawat maupun peserta didik untuk baha refleksi dan evaluasi ketercapaian aksi nyata yang dilakukan dan perbaikan kedepanya.

DOKUMENTASI  AKSI NYATA

1. Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan meminta izin melakukan aksi nyata

Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan meminta izin melakukan aksi nyata

Sosialisasi Budaya Positif ke Warga SMK Bhinneka Karya Surakarta

Memberikan Sosialisasi Program Guru Penggerak
Berinteraksi dan berkolaborasi dengan peseta Sosialisasi Budaya Positif
Berkolaborasi dengan CGP lain dalam satu sekolah

Membuat keyakinan kelas XI MB

Menempelkan Keyakinan kelas yang dibuat masing masing siswa
Perwakilan siswa menyepakati keyakinan kelas yang dibuat bersama

3. Menerapkan Disiplin diri dengan Penguatan Pendidikan Karakter

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebelum memulai pelajaran

4. CGP Melakukan pembelajaran secara menyenangkan

Memberikan Pelajaran dengan cara yang menyenangkan

5. Budaya Positif Antri,

Siswa Antri dalam cek Suhu sebelum masuk ke sekolah

6. Budaya Positif Prokes

7. Budaya Positif Restitusi

Melakukan Restitusi kepada Siswa

Teknik Pencitraan Imajinatif : Solusi Menulis Puisi bagi Siswa Kelas X di SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA

Oleh : Eny Indrawati, S.Pd.

Mendengar kata “ Puisi ” pada awal pembelajaran saat guru menyampaikan materi hari itu membuat ekspresi wajah  sebagian  besar siswa SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA kelas X menjadi berubah kesal, malas dan terlihat tidak antusias mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, namun ada sebagian kecil siswa yang tetap tertarik mempelajari puisi. Bagi sebagian kecil siswa yang menyukainya, menulis puisi merupakan hal yang sangat menyenangkan karena mereka beranggapan bahwa dengan menulis puisi bisa menuangkan ekspresi jiwa melalui kata- kata yang indah, beda halnya dengan siswa yang tidak menyukai puisi,mereka beranggapan bahwa menulis puisi sangatlah sulit karena mereka haruslah berpikir keras untuk menemukan gagasan atau ide pada saat penulisan puisi, belum lagi mereka harus menuangkan gagasan tersebut ke dalam bentuk tulisan yang harus disertai kata-kata yang indah. Sebenarnya alasan siswa tidak menyukai menulis puisi sangatlah logis karena menulis puisi tidaklah mudah dan harus melewati beberapa tahapan diantaranya : menentukan tema terlebih dahulu, menentukan judul yang menarik, harus mengandung majas, memilih diksi yang tepat, terdapat suasana, amanat dan lain-lain.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli sastra Indonesia dapat disimpulkan bahwa “Puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan sebuah pikiran dan perasaan seorang penyair secara imajinatif dan disusun menggunakan bahasa yang indah berdasarkan struktur fisik dan struktur batinnya”. Adapun struktur  fisik puisi diantaranya :  diksi, citraan, tipografi, kata konkret, bahasa figurasi, dan majas sedangkan struktur batin puisi terdiri dari : tema, perasaan (ekspresi) nada dan susana serta amanat.

Sebenarnya ada banyak teknik yang digunakan dalam mengajarkan siswa menulis puisi namun teknik pencitraan imajinatif sepertinya lebih cocok bagi siswa SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA kelas X yang cenderung menginginkan berpikir sederhana dan tidak rumit. Pencitraan adalah sebuah proses atau usaha atau upaya untuk menunjukan gambar diri atau kesan mental diri baik melalui visual atau tulisan kepada orang lain, sedangkan imajinatif adalah daya pikir untuk membayangkan ( dalam angan-angan) atau menciptakan gambar ( lukisan, karangan dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang, menurut KBBI (https://kbbi.web.id/citra.html dan https://kbbi.web.id/imajinasi.html). Jadi dapat disimpulkan bahwa teknik pencitraan imajinatif adalah proses menunjukan kesan/ gambaran melalui pancaindra yang divisualisasikan lewat tulisan kepada orang lain.

Dengan teknik pencitraan imajinatif ini sebenarnya siswa diajak untuk mengasah pancaindra yang dimilikinya seperti melihat, mendengar, merasakan, membau dan mengecap kemudian dengan ketajaman pancaindranya, siswa bisa mulai berimajinasi terhadap suatu objek. Sebenarnya media yang digunakan pada teknik ini tidaklah rumit hanya membutuhkan alat tulis seperti buku tulis atau kertas dan pena saja, sedangkan media yang digunakan cukup lewat imajinasi dan pengalaman siswa selama ini.

Tujuan menulis puisi dengan teknik pencitraan imajinatif ini adalah melatih kepekaan pancaindra siswa untuk bisa berimajinasi  dan menghasilkan karya sastra berupa puisi yang indah berdasarkan objek tertentu. Biasanya siswa yang belum terbiasa menulis puisi diajak mengenali objek tertentu yang bersifat  konkret misalnya “ Bunga”, dari objek itu siswa diajak berimajinasi di sebuah taman yang penuh bunga nan elok selanjutnya siswa diminta menggunakan pancaindranya saat berimajinasi. Siswa harus menuliskan beberapa kata kunci (misalnya kata “ Harum”, “Indah”, “Elok”, dan lain-lain) hasil imajinasi berdasar pancaindra tersebut ditulis disebuah kertas, kemudian barulah siswa  mengembangkan kata kunci tersebut menggunakan diksi dan rima yang tepat serta menambahkan majas agar menjadi sebuah larik  yang indah dalam puisi, misalnya menjadi larik : /Bunga harum semerbak menambah elok alam/ /Cahaya mentari menyapa bunga dengan lembut/ /Kelopak bunga berguguran jatuh diterpa angin// Kumbang tergoda menghisap sari bunga/. Jika diamati dengan saksama maka larik dalam puisi selalu menggunakan repetisi kata “ bunga ”, sehingga tugas guru untuk menginformasikan kepada siswa bahwa puisi yang baik tidak boleh selalu menggunakan repetisi, jadi siswa harus mengganti kata repetisi menggunakan kata lain, misanya menjadi larik :  /Bunga harum semerbak menambah elok alam/ /Cahaya mentari menyapa kuncup dengan lembut/ /Kelopak warna-warni berguguran jatuh diterpa angin// Kumbang tergoda menghisap sari madu /. Jika nanti siswa sudah terbiasa menulis puisi dengan teknik ini maka guru bisa mengembangkan objek yang menjadi imajinasi siswa  yaitu objek bersifat abstrak.

Adapun upaya guru untuk meningkatkan kemahiran siswa dalam menulis puisi antara lain: guru harus terus membimbing siswa dalam mengembangkan kata kunci yang didapat hingga merangkainya menjadi sebuah larik puisi, guru harus memotivasi siswa agar memaksimalkan pancaindranya untuk mengenal objek yang dijadikan bahan puisi dan guru juga harus menciptakan suasana yang menarik ( dramatikal ) yang seolah-olah imajinasi siswa dibawa ke suatu tempat yang menjadi objek puisi.

Penerapan teknik pencitraan imajinatif ini ternyata efektif digunakan bagi siswa kelas X di SMK BHINNEKA KARYA SURAKARTA yang belum terbiasa menulis puisi karena siswa merasa bahwa menulis puisi dengan teknik ini bukan lagi menjadi beban yang begitu berat, namun menulis puisi menjadi lebih menyenangkan karena membawa imajinasi mereka ke suatu objek yang mungkin pernah dilihat, didengar, dirasakan sebelumnya. Dengan teknik ini lebih mempermudah siswa dalam menuangkan ide atau gagasan puisi ke dalam kertas tanpa dibebani aturan-aturan puisi yang meraka anggap begitu rumit selama ini. Namun, pada akhirnya tugas gurulah yang harus tetap membimbing siswa untuk menyempurnakan hasil tulisan puisi mereka menjadi sebuah puisi yang indah dan tetap mengikuti aturan penulisan puisi yang benar. Setidaknya dengan teknik menulis puisi ini, siswa menjadi tertarik menulis puisi dan mengembangkan hasil karya tulisan puisinya menjadi lebih sempurna.

GAMBAR TEKNIK MANUFAKTUR

Gambar teknik pada awalnya dipraktikan oleh Leonardo Da Vinci pada abad 15 sampai abad 16, sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Gambar Teknik. Dan pada akhir abad 16, Gaspard Monge yang seorang ahli matematika dari Perancis menemukan sebuah sistem menggambar dengan menggunakan dua bidang proyeksi yang saling tegak lurus. Atau sistem ini bisa disebut dengan proyeksi siku-siku atau proyeksi ortogonal. Pada tahun itu proyeksi ini begitu terkenal dan sering digunakan untuk menggambar perancangan bangunan kapal maupun peralatan perang.
Lalu pada abad 18 banyak didirikannya sekolah teknik yang mengutamakan mata pelajaran gambar teknik didalam kurikulumnya. Hal itu terjadi karena pada masa itu James Watt seorang ilmuan dari Inggris menemukan mesin uap, yang mengakibatkan terjadinya pergantian besar-besaran didalam proses produksi pada pabrik. Yang semula didalam proses produksi menggunakan tenaga manusia dan hewan, sekarang diganti menggunakan mesin uap. Karena pergantian besar-besaran yang terjadi itu, maka diperlukanlah sebuah bahasa komunikasi antara perencana dengan pelaksana yang dimana bahasa itu harus singkat dan jelas. Lalu mulailah menggunakan gambar kerja yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak. Dari situlah mulai didirikannya sekolah teknik yang mengutamakan mata pelajaran gambar teknik.

Ada begitu banyak tokoh yang memberikan pengertian dari gambar teknik, berikut beberapa pengertian gambar teknik menurut beberapa tokoh :

  • FH. Homan dan Ir. Sutomo Wongsocitro, gambar teknik adalah bahasa yang dipergunakan antara perancang dan pelaksana.
  • James S.Rising dan Maurice W.Almfedt, engineering graphic is the combination of these arts and science of drawing applicable of the solution of engineering problems.
  • Thomas E.French dan Charles I.Fierck, engineering drawing is the graphic language used into the industrial world by engineers and designers to express and record the ideas and information necessary for the building of machines and structures.
  • Warren I. Luzadder, technical drawing is a graphic language that is used universally by engineers to describe the shape and size of structures and mechanism.

Jadi dapat disimpulkan bahwa gambar teknik harus dapat dimengerti antara perancang gambar dengan pelaksana gambar dalam bentuk yang singkat dan jelas, dan tidak meninggalkan aspek seni gambarnya (keindahan gambarnya).
Perlu dipahami bahwa gambar teknik harus dapat dimengerti antara perancang gambar dengan pelaksana gambar dalam bentuk yang singkat dan jelas, dan tidak meninggalkan aspek seni gambarnya (keindahan gambarnya).
Gambar teknik yang dimaksud di sini adalah gambar teknik manufaktur. Jenis gambar teknik manufaktur di sini diartikan sebagai sebuah gambar yang dipakai sebagai alat komunikasi antara perencana dan pelaksana dalam proses pembuatan alat dan mesin manufaktur.
Gambar teknik dikatakan sebagai alat komunikasi karena secara umum, gambar teknik tidak sembarang orang bisa membuatnya. Perlu keahlian di bidang teknik yaitu perencana atau desainer untuk menleaskan secara detail tentang bagaimana obyek bisa terbentuk. Mulai dari bentuk secara 2 dimensi diikuti dengan ukuran-ukurannya sampai dengan gambar 3 dimensi agar lebih mudah dipahami oleh pelaksana atau orang yang akan membuat gambar itu menjadi nyata.
CIRI-CIRI GAMBAR TEKNIKCiri-ciri Gambar Teknik Manufaktur diantaranya adalah :

  1. Memiliki Skala tercantum didalamnya, agar kita mengetahui perbandingan ukuran aslinya.
  2. Memiliki dimensi, bisa dua atau tiga dimensi.
  3. Memiliki detail dari gambar utama. agar pelaksana lebih mudah mengetahui bentuk aslinya.
  4. Terdapat perbedaan garis, yang memiliki arti tersendiri.
  5. Setiap item pada gambar, memiliki nama sendiri.
  6. Mempunyai keterangan dan spesifikasi pada bagian element tertentu.

Drafter adalah orang yang bekerja membuat gambar (kasarnya sih tukang gambar). Mereka membuat atau menyiapkan gambar-gambar kerja teknik, sehingga gambar tersebut dapat dengan jelas dan mudah dimengerti orang lain dan mudah dalam proses pembentukan obyek gambar tersebut. Biasanya drafter dibutuhkan dalam bidang pekerjaan manufaktur, mulai dari produksi mainan anak-anak, mesin-mesin industri, bangunan sipil, hingga pesawat terbang.
Di masa lalu, para drafter duduk di papan gambar dan menggunakan pensil, pena, kompas, protraktor, segitiga, dan perangkat lainnya untuk menyiapkan rancangan gambar dengan tangan. Sekarang, seiring berkembangnya teknologi program dan komputerisasi yaitu AutoCAD plus perkembangan program lainnya seperti ArchiCAD, Sketchup, Studio 3Ds Max dll, drafter dengan meja gambar sudah mulai jarang ditemui. Masih ada kok, meskipun sedikit.(dikutip dari buku Gambar Teknik Manufaktur Kelas XI, Penerbit Andi bersumber dari https://hai.grid.id/read/07350807/profesi-drafter-bukan-sekedar-tukang-gambar)
FUNGSI GAMBAR TEKNIKDalam sebuah perencanaan dan perancangan, fungsi gambar teknik memiliki tiga point penting yang harus dimilikinya yaitu antara lain:
1. Penyampaian Informasi
Gambar teknik harus mampu meneruskan informasi yang dimaksud oleh ahli teknik kepada orang-orang yang terkait didalam proyek tersebut seperti operator, pemeriksa, kontraktor dan lainnya yang berhubungan
2. Sarana Pengawetan, Penyimpanan dan Penggunaan
Gambar yang dibuat merupakan suatu gambar teknis yang sangat penting untuk bahan informasi perencanaan kedepannya, sehingga harus disimpan dan dijaga dengan baik sebagai informasi untuk rencana-rencana yang akan datang. Dokumentasi diatur dengan teliti untuk memudahkan mencari data yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan dan perancangan
3. Konsep Perencanaan, Penuangan gagasan dan Pengembangan
Dengan media gambar, gagasan, atau ide baru dapat dituangkan. Gagasan-gagasan baru untuk pengembangan pada awalnya masih berupa konsep abstrak yang terlintas dalam pikiran, kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa, kemudian diteliti, dievaluasi secara berulang-ulang sehingga didapatkan gambar-gambar baru yang sempurna.
Konsep atau pemikiran yang terlintas dalam perencanaan diwujudkan dalam suatu bentuk gambar yang awalnya dari ide kemudian dianalisis lalu diwujudkan kedalam gambar untuk diteliti dan dievaluasi lebih lanjut.
Proses ini dilakukan terus menerus sampai mendapatkan suatu gambar yang sempurna. Oleh sebab itulah seorang ahli teknik harus mampu mengolah sebuah ide yang ada dibenak mereka kedalam gambar teknik untuk direalisasikan
STANDAR GAMBAR TEKNIKUntuk menghindari salah pengertian dan salah komunikasi dalam dunia teknik maka harus ada standarisasi gambar teknik. Standar gambar teknik adalah suatu keseragaman yang disepakati bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komunikasi teknik.
Setiap orang yang terkait dalam bidang gambar teknik perlu mengetahui tentang standarnya. Orang-orang terkait tersebut, misalnya siswa dalam kelompok teknologi dan rekayasa/industri, perencana produk, operator mesin, operator perakitan, mekanik, dan pengontrol mutu dari porduk/mesin.
Standar gambar teknik dapat diberlakukan di dalam lingkungan perusahaan, antar perusahaan/industri di dalam suatu negara, bahkan standar gmbar teknik dapat diberlakukan pada industri antar negara yang dikenal dengan Standar Internasional atau disingkat SI. Negara-negara yang sudah membuat standar antara lain :
Japanese Industrial Standart (JIS)

Nederland Normalisatie Instituut (NNI)

Deutsche Industrie Normen (DIN)

Standar Nasional Indonesia (SNI)

Standar Internasional (ISO : International Organization for Standardization)

ISO bertujuan menyatukan pengertian teknik se dunia secara standar (yang terstandar) dalam forum internasional, dengan tujuan :

  • Memudahkan perdagangan nasional maupun internasional
  • Memudahkan komunikasi teknik
  • Bagi negara-negara berkembang, dapat memberi petunjuk-petunjuk praktis pada persoalan khusus dalam bidang teknik.

HUT KE 59 YAYASAN BHINNEKA KARYA SURAKARTA

14 November 1961 tepat berdirinya Yayasan Pendidikan Bhinneka Karya Surakarta. Sebuah Yayasan yang bergerak dalam pendidikan Menengah terutama pendidikan Vokasi. Sejak saat itulah Yayasan Bhinneka Karya Surakarta ikut dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mendidik para generasi penerus bangsa.59 tahun bukanlah umur yang muda lagi bagi Yayasan Bhinneka Karya Surakarta. Suka duka dalam proses pendidikan sudah dilalui dalam waktu yang begitu lama. Terpaan dan rintangan sudah banyak dilalui. Dengan banyaknya Yayasan Pendidikan lain mulai berguguran karena persaingan yang begitu ketat. Yayasan Pendidikan Bhinneka Karya Surakarta masih tetap eksis sampai saat ini. Sehingga Yayasan Bhinneka Karya Surakarta dapat dikatakan menjadi salah satu LEGENDA VOKASI di Kota Surakarta pada khususnya.Pada Usia ke 59 tahun ini ijinkan kami mengucapkan terima kasih yang begitu besar kepada seluruh masyarakat yang dari dahulu telah mempercayai Yayasan Bhinneka Karya Surakarta untuk mendidik dan membimbing putra putrinya untuk menuju jalan kesuksesan.Kami juga memohon doa serta kritik dan sarannya agar Yayasan Pendidikan Bhinneka Karya Surakarta bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa semakin maju dalam memberikan pelayanan pendidikan yang baik untuk putra putri bangsa ini. Besar harapan kami, bapak ibu semua masyarakat Solo raya pada khususnya bisa memberikan doa terbaik bagi kami. Atas kepercayaan bapak ibu selama ini kami ucapkan banyak terimakasih.

DONOR DARAH DALAM RANGKA HARI PAHLAWAN

Alhamdulillah, Selasa 10 November 2020 bertepatan dengan Hari Pahlawan, SMK Bhinneka Karya Surakarta melaksanakan donor darah bekerjasama dengan PMI kota Surakarta sekaligus sebagai serangkaian acara HUT YP Bhinneka Karya Surakarta ke 59.Jadilah pahlawan bagi sesama. Setetes darah anda selamatkan nyawa sesama.#pmisolo#donordarah#smkhebat#smkjaya#smkbisa#solohebat#solosehat#haripahlawan#domanuto#pmisurakarta

SMK BK SOLO BERBAGI #3

Poster SMK BK Solo Berbagi Tahap 3

Dengan semangat peduli sesama mari kita bantu saudara saudara kita yang kurang mampu dengan saling berbagi. Bahu membahu saling membantu, mendonasikan sedikit harta kita bagi yang membutuhkan. Kami SMK Bhinneka Karya Surakarta secara bersama sama akan menyalurkan bantuan anda kepada masyarakat yang membutuhkan. Uluran tangan anda sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan.
Kami siap menerima donasi dari bapak ibu saudara baik berupa bahan pangan maupun uang yang akan kami belanjakan menjadi bahan pangan dan kami siap mendistribusikan kepada yang lebih membutuhkan.
.
.
.
Ikhlas memberi atas nama hati nurani

Berapapun bantuan dari anda sangat berarti bagi mereka.

SMK BK Solo Lawan Covid 19

SMK BK SOLO Lawan Covid-19Bagi-bagi 1000 Masker dan Hand Sanitizer GRATISKami segenap Elemen Pendidikan SMK Bhinneka Karya Surakarta berupaya untuk ikut serta berjuang melawan Covid-19 dengan membagikan 1000 Masker dan Hand Sanitizer Gratis di jalan jalan. Mari kita cegah dan putuskan mata rantai penularan Virus Corona dengan selalu memakai masker setiap bepergian dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer untuk membunuh virus yang ada disekitar kita. Membiasakan perilaku hidup sehat dan tetap Social Distancing serta Physical Distancing. Panjang umur perjuangan kita, tenaga medis, negara serta dunia. Semoga Bumi lekas membaik. Mari tengadahkan tangan untuk Do’a paling tulus bagi Bumi kita tercinta. Unity in Diversity⁣ We Strong We Proud⁣⁣ Together We are Stronger ⁣⁣⁣#smkbhinnekakaryasolo#smkbksolo#smkbk#smksolo#smkbisaa#smkhebat#smkhits__#smkkeren👍#teknik#teknikmesinindonesiabisa#teknikmesinotomotif#teknikkendaraanringan