Sejarah SMK Bhinneka Karya Surakarta

A.  Sejarah Berdirinya SMK Bhinneka Karya Surakarta

Pada tanggal 1 Agustus 1960 guru di SMK Negeri 1 Surakarta mempunyai gagasan untuk menampung calon-calon siswa yang tidak diterima di STM Negeri 1 Surakarta dalam organisasi sekolah yang lain. Hal ini dikarenakan mereka iba melihat ratusan siswa yang tidak diterima, padahal minat mereka untuk melanjutkan di STM Negeri 1 Surakarta cukup besar. Ide tersebut di sampaikan kepada bapak Sukamto selaku kepala sekolah STM Negeri 1 Surakarta waktu itu. Pelaksanaan belajar mengajar di lakukan di gedung STM Negeri 1 Surakarta pada waktu siang hari. Sehingga terkenal dengan STM siang dengan pengajar para guru STM Negeri 1 Surakarta.

Tujuan STM ini adalah :

1.    Membantu pemerintah dalam usaha membangun dan mendirikan sekolah bagi rakyat pada umumnya.

2.    Menampung para pemuda yang berminat untuk masuk sekolah kejuruan teknik.

Pada awal berdirinya STM siang membuka dua jurusan yaitu bangunan gedung dengan mesin umum dengan jumlah siswa 56 untuk bangunan dan 57 siswa untuk mesin.  Sesuai dengan tujuan formal pada waktu itu, bahwa suatu sekolah yang telah berdiri harus dapat berkembang dan harus dibina oleh suatu yayasan. Oleh karena itu, pendiri STM siang yang terdiri dari Bapak Sukismo, Bapak Sunarso, Bapak Soehardjo, Bapak Tjiptohardjo, dan Bapak Sudijono pada tanggal 14  November 1961  mendirikan sebuah yayasan bernama ”Yayasan Pendidikan Teknik Bhinneka Karya” dengan akta notaris Raden Soegondo Notodisoerjo no. 28 tanggal 14 November 1961. Setelah yayasan berdiri pada bulan Juli 1962 hingga bulan Agustus 1962 pengurus harian meminta pada guru STM Negeri 1 Surakarta dan STM siang untuk mengusung nama baru untuk STM siang. Sehingga tercetuslah nama STM Bhinneka Karya.

Berdasarkan dokumen tanggal 8 September 1962 dengan no 19/uum/STM BK/’62 dan No.20/umm/STM BK/’62 yang di tandatangani oleh Bapak M. Suprapto Pradjoko selaku kepala sekolah, resmilah STM siang berubah nama menjadi STM Bhinneka Karya Surakarta.

Pada tanggal 1 Januari 1967 STM Bhinneka Karya Surakarta mendapat subsidi dari pemerintah berupa anggaran pendidikan dan tenaga pengajar. Dengan keberhasilan dari tahun ke tahun berupa jumlah kelulusan siswa yang banyak. Mulai bulan April 1967 STM Bhinneka Karya Surakarta mendapat perubahan status menjadi ”bersubsidi”. Kemudian atas instruksi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bahwa sekolah negeri tidak boleh di tempati sekolah swasta. STM Bhinneka Karya mendapat sumbangan dari Walikota Madya Surakarta seluas 4.000 m². Tanah tersebut berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Kota Madya Surakarta.